Tampilkan postingan dengan label tanaman hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanaman hias. Tampilkan semua postingan

23 September 2013

Abstrakku



IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK  DAN KESESUAIAN
TANAMAN HIAS TEPI JALAN DI KAWASAN MALIOBORO
DAN KOTABARU, YOGYAKARTA


NAHDA KANARA
03/166572/PN/09678


         Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik dan hortikultura, mengetahui kesesuaian tanaman hias tepi jalan di kawasan Malioboro dan Kotabaru, Yogyakarta, dan mengetahui karakter tanaman hias tepi jalan yang diinginkan pengguna jalan.
           Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juli 2008. Metode yang digunakan adalah metode survai yang dilaksanakan melalui observasi, inventarisasi dan identifikasi karakteristik dan kesesuaian tanaman serta penyebaran kuisioner untuk mengetahui keinginan pengguna jalan.
Dari identifikasi yang dilakukan, didapatkan 87 jenis tanaman  yang terdiri atas 24 pohon, 31 perdu dan semak serta 32 penutup tanah dan rumput. Dari ke 87 tanaman tersebut, 39,46% masuk ke dalam kategori sesuai, 43,32% cukup sesuai dan 17,22% tidak sesuai untuk kawasan yang diteliti. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis tanaman hias di kawasan Malioboro dan Kotabaru tidak homogen. Tanaman hias tepi jalan di kawasan Malioboro dan Kotabaru pada umumnya memiliki karakter fisik dan hortikultura yang serupa, yaitu merupakan tanaman tahunan, memiliki kecepatan tumbuh sedang, memiliki kegunaan lanskap tertentu, yaitu sebagai peneduh, pengarah, focal point, pembatas, tabir atau penutup tanah, memiliki perakaran yang tidak ekstensif, memiliki kelebihan serta kekurangan fisik tertentu (warna, aroma, bentuk tajuk atau bagian tanaman tertentu), merupakan tanaman dataran rendah, memiliki tingkat toleransi tertentu terhadap kekeringan, cahaya, angin, HPT dan polusi serta memiliki sifat pemelihataraan yang tidak intensif. Tanaman hias tepi jalan yang diinginkan pengguna jalan di kawasan tersebut adalah tanaman yang bertekstur halus, dapat mengurangi polusi, memiliki variasi warna, menunjukkan identitas daerah, memiliki fungsi peneduh, aroma khas, memberikan keamanan dan kenyamanan kepada pengguna jalan dan dapat menahan erosi tanah. Setelah dilakukan uji F dilanjutkan dengan uji T 5%, diketahui bahwa keinginan pengguna jalan di kawasan Malioboro dan Kotabaru homogen atau seragam.

Kata kunci : identifikasi, karakteristik, kesesuaian, tanaman tepi jalan

20 Maret 2009

STANDAR TANAMAN TEPI JALAN

Standar tanaman tepi jalan telah ditetapkan oleh Dept PU, dapat diunduh dari:

http://www.bintek-nspm.com/download/7.Perencanaan-Teknik-Lanskap-Jalan.pdf



atau dapat dilihat dari modul kuliah berikut:

http://teknik.ums.ac.id/kuliah/ruhiko/file/A5-PDF-FINAL%20buku%20teks%20ruhiko%20DIM/Fin%20A5-bab%207%20lansekap%20jalan%20raya-23%20Okt.pdf


dan dari rekomendasi penelitian yang saya lakukan untuk judul skripsi "Identifiksai Karakteristik dan Kesesuaian Tanaman Hias Tepi Jalan di Kawasan Malioboro dan Kotabaru, Yogyakarta" tahun 2008:

  1. Pohon

1. Merupakan tanaman dataran rendah.

2. Memiliki fungsi peneduh dengan tinggi sedang atau kurang dari 15 m, tinggi cabang paling bawah 3 m dan tajuknya rimbun.

3. Memiliki fungsi pengarah dengan penanaman yang kontinyu.

4. Memiliki fungsi peredam bising dengan tajuk rapat.

5. Memiliki sifat perakaran yang tidak ekstensif.

6. Memiliki bagian tanaman yang estetik.

7. Tanaman atau bagian tanaman tidak mengganggu (tidak berduri, ranting tidak lemah, dan atau buah tidak mudah rontok).

8. Tahan terhadap hama penyakit tanaman.

9. Tahan terhadap terpaan angin kencang, kokoh dan tak mudah tumbang.

10. Memiliki toleransi sedang sampai tinggi terhadap polusi.

11. Memiliki kemampuan mengurangi polusi udara.

12. Tidak memerlukan pemeliharaan yang intensif.


  1. Perdu dan semak

1. Merupakan tanaman tahunan dan dataran rendah.

2. Memiliki tinggi kurang dari 3 m dan lebar tajuk kurang dari 1 m.

3. Memiliki fungsi pengarah dan pembatas dengan penanaman rapat dan kontinyu.

4. Memiliki fungsi peredam bising dengan tajuk rapat.

5. Memiliki sifat perakaran yang tidak ekstensif.

6. Memiliki bagian tanaman yang estetik.

7. Tanaman atau bagian tanaman tidak mengganggu (tidak berduri, pertumbuhan ranting horizontal, dan atau aroma tidak sedap).

8. Tahan berada di bawah naungan.

9. Toleran terhadap hama dan penyakit tanaman.

10. Memiliki toleransi sedang sampai tinggi terhadap polusi udara.

11. Memiliki kemampuan mengurangi polusi.

12. Tidak memerlukan pemeliharaan yang intensif.


  1. Penutup tanah dan rumput

1. Merupakan tanaman tahunan dan dataran rendah.

2. Memiliki tinggi di bawah 1 m.

3. Dapat menahan erosi dengan ditanam massal atau memiliki sifat penutupan tanah yang merata.

4. Memiliki sifat perakaran yang tidak ekstensif.

5. Memiliki bagian tanaman yang estetik.

6. Tanaman atau bagian tanaman tidak mengganggu (tidak berduri, tidak bergetah, dan atau aroma tidak sedap).

7. Tahan terhadap naungan.

8. Toleran terhadap hama dan penyakit tanaman.

9. Memiliki toleransi sedang sampai tinggi terhadap polusi udara.

10. Memiliki kemampuan megurangi polusi.

11. Tidak memerlukan pemeliharaan yang intensif.

14 Maret 2009

TANAMAN DALAM LANSKAP

Nahda Kanara, Ciputat, 14 Maret 2009


Tanaman merupakan material lanskap yang hidup dan terus berkembang. Pertumbuhan tanaman akan menghasilkan ukuran, bentuk, tekstur dan warna tanaman selama masa pertumbuhannya. Dengan demikian, kualitas dan kuantitas ruang terbuka akan terus berkembang dan berubah sesuai dengan pertumbuhan tanamannya. Jadi dalam perancangan lanskap, tanaman sangat erat hubungannya dengan waktu dan perubahan karakteristik tanaman (Hakim dan Utomo, 2003).

Tanaman sering disebut sebagai materi lunak (soft material), sedangkan materi pendukung taman lainnya seperti batu-batuan, lampu taman, garden furniture, patung dan lain-lain disebut materi keras (hard material). Tanaman disebut sebagai materi lunak karena bentuk tanaman tidak kaku dan terus berubah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Tanaman dapat menetralisir kesan kaku yang ditimbulkan oleh materi keras taman.

Tanaman sebagai elemen lunak (soft material) tidak mempunyai bentuk yang tetap. Bentuk, tekstur, warna dan ukuran tanaman selalu berubah sesuai masa pertumbuhannya. Perubahan ini terjadi karena tanaman adalah makhluk yang selalu tumbuh serta dipengaruhi pula oleh faktor lingkungan dan tempat tumbuhnya (Hakim dan Utomo, 2003). Jadi dalam perancangan lanskap, tanaman sangat erat hubungannya dengan waktu dan perubahan karakteristik tanaman.

Menurut Hakim dan Utomo (2003), tanaman dapat dibedakan menurut habitusnya. Habitus tanaman adalah tanaman yang dilihat dari segi botanis/ morfologis, sesuai dengan ekologis dan efek visual. Dari segi botanis/ morfologis, tanaman dapat dibagi menjadi:

a) Pohon : batang berkayu, percabangan jauh dari tanah, berakar dalam dan tinggi di atas 3,00 meter.

b) Perdu : batang berkayu, percabangan dekat dengan tanah, berakar dangkal dan tinggi 1,00 meter - 3,00 meter.

c) Semak : batang tidak berkayu, percabangan dekat dengan tanah, berakar dangkal dan tinggi 50 cm - 100 cm.

d) Penutup tanah : batang tidak berkayu, berakar dangkal dan tinggi 20 cm - 50cm.

Menurut Carpenter et al. (1975) fungsi tanaman dalam desain pertamanan adalah sebagai tabir untuk mengurangi cahaya matahari dan lampu kendaraan yang menyilaukan dengan cara mengatur tingginya. Selain itu tanaman berfungsi memberi batas untuk privasi, sebagai pengarah, pembentuk ruang, pembatas fisik yang mengarahkan dan mengendalikan pergerakan manusia, hewan dan kendaraan, mengendalikan iklim mikro (suhu, radiasi matahari, angin, presipitasi, kelembaban, mengurangi kecepatan angin dan memberikan naungan), mengendalikan kebisingan, sebagai penyaring dan pengkayaan udara, pengendali erosi dan habitat satwa liar.

Dalam lanskap, tanaman memiliki fungsi (Hakim dan Utomo, 2003):

a. Pengendali pandangan (visual control)

b. Pembatas fisik (physical barriers)

c. Pengendali iklim (climate control)

d. Pengendali erosi (erosion control)

e. Habitat satwa (wildlife habitats)

f. Nilai estetika (aesthetic values)

Pustaka

Carpenter, P.L., T.D. Walker and F.O. Lanphear. 1975. Plants in the Landscape. W.H. Freeman and Company, New York.

Hakim, R. dan H. Utomo. 2003. Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap: Prinsip-Unsur dan Aplikasi. Bumi Aksara, Jakarta.